Mahkota atau Beban? Pembacaan Sapiensial Amsal 12:4 dan 31:10-31 bagi Konseling Pastoral Keluarga di Indonesia

Penulis

  • Hendra Aritonang Sekolah Tinggi Teologi Presbyterian Batam

DOI:

https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.674

Kata Kunci:

Amsal 12:4; istri yang cakap; konseling pastoral; keluarga Kristen; teologi hikmat; perceraian.

Abstrak

Amsal 12:4 dan Amsal 31:10-31 sering dipakai dalam pembinaan keluarga Kristen di Indonesia. Dalam sebagian praktik yang terekam dalam literatur, kedua teks itu dibaca sebagai norma peran yang menempatkan istri sebagai penanggung utama kehormatan rumah tangga. Pembacaan ini perlu diuji terhadap profil perceraian nasional. Badan Pusat Statistik mencatat 399.921 perkara perceraian yang diputus pada tahun 2024. Sebanyak 62,8 persen di antaranya dikategorikan sebagai perselisihan dan pertengkaran terus-menerus, dan sekitar tiga perempat perkara diajukan oleh pihak istri. Profil ini memperlihatkan persoalan relasional yang melibatkan kedua pihak, sedangkan pembacaan normatif cenderung mengalamatkan tuntutan kepada satu pihak. Penelitian ini bertujuan menguji fungsi kedua teks dalam jaringan hikmat kitab Amsal dan merumuskan model konseling pastoral yang memperhatikan profil perceraian tersebut. Penelitian memakai paradigma interpretif dengan orientasi transformatif dan desain studi kepustakaan. Analisis mencakup eksegesis gramatikal-historis atas Teks Masoret, analisis tematik terhadap beberapa artikel jurnal terbitan dan pembacaan data statistik sekunder. Penelitian menghasilkan tiga temuan interpretatif. Pertama, Amsal 12:4 menjadikan istri sebagai topik kedua kolon, dan kategori mebîšâ termasuk kategori moral yang dalam Amsal juga dikenakan pada anak dan hamba. Kedua, predikat ateret (“mahkota”) pada Amsal 12:4 beresonansi dengan jaringan motif Hikmat dalam Amsal 4:8-9, 8:35 dan 18:22. Ketiga, akrostik Amsal 31:10-31 dapat dibaca sebagai bingkai penutup yang menggemakan Amsal 1-9. Temuan tersebut dirumuskan menjadi model konseptual konseling pastoral mutual-sapiensial. Model ini terdiri atas empat tahap dan dilengkapi protokol pengecualian untuk kasus kekerasan dalam rumah tangga. Kontribusi penelitian terletak pada integrasi eksegesis sapiensial dengan profil perceraian Indonesia serta penerjemahannya menjadi model pastoral yang dibatasi secara etis.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Allen-McLaurin, L. (2023). Overcoming the Violence of “Virtuous” Womanhood: Liberating Women from the Proverbs 31 Paradigm. Religions, 14(8), 1028.

Alter, R. (2010). The Wisdom Books: Job, Proverbs and Ecclesiastes. W. W. Norton & Company, Inc.

Belay, Y. (2025). Logo [s] terapi Eksistensial: Dialektika Logoterapi Viktor Frankl dan Konseling Pastoral. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 10(1), 158–177.

Camp, C. V. (1982). Wisdom and the Feminine in the Book of Proverbs. Almond Press.

Chitando, E., & Kilonzo, S. M. (2018). Towards a ‘Proverbs 31 Man?’Pentecostalism and the Reconstruction of Masculinities in Kenya. African Journal of Gender and Religion, 24(1), 60–78.

Chukwuma, O. G. (2024). Proverbs 31: 10-31: Autochthonous wives’ roles for stable families in Ohafia matrilineal society. In Die Skriflig, 58(1), 1–7.

Dalemeng, F. F., & Lie, Y. A. (2026). Identitas Perempuan Bijak Dalam Amsal 31: 10-31 Ssebagai Paradigma Relasi Romansa Pria Dan Wanita Kristen. Nahiru: Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen, 1(2), 52–65.

Ezeoruonye, J. C. (2024). Tension in marriages: A socio-rhetorical interpretation of Ephesians 5: 21-33. Nsukka Journal of Religion and Cultural Studies, 12(2).

Fox, M. V. (2009). Proverbs 10–31: A New Translation with Introduction and Commentary. Yale University Press.

Hehanussa, J. M. N. (2023). Konseling Pastoral dan Seni Berkomunikasi. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 8(2), 219–238.

Ho, S. S. (2022). To work or not to work: The hand and embodied wisdom of the valiant woman in Proverbs 31: 10–31. Journal for Interdisciplinary Biblical Studies, 4(1), 61–82.

Holladay, W. L. (2000). A Concise Hebrew and Aramaic Lexicon of the Old Testament. Koninklijke Brill NV.

Jansen, I. (2020). Proverbs 31: 10–31: A Contextual Reading. Verbum et Ecclesia, 41(1), 1–9.

Juma, D. C. (2023). Proverbs 31 in dialogue with Acts 9: 36–43: An Afro-feminisation of Mother Earth for equity. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 79(3), 8181.

Kriswanto, A., & Sianturi, J. (2023). Pujian Yang Membebaskan Atau Membelenggu?: Hermeneutik Feminis Terhadap Amsal 31: 10-31. Immanuel: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1), 165–179.

Ledo, J. P. (2024). Analisis Pelaksanaan Konseling Pastoral Terhadap Jemaat Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 9(1), 478–493.

Masenya, M. (2018). A literary figure or patriarchal reality? Reflections on the’?šet hayil in light of depictions of womanhood from selected Yorùbá and Sotho proverbs. Verbum et Ecclesia, 39(1), 1–7.

Mertens, D. M. (2008). Transformative Research and Evaluation. Guilford press.

Mudak, S. (2025). Hesed dan Attachment Theory dalam Pastoral Konseling: Integrasi Teologis dan Psikologis dari Kitab Rut. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 10(1), 88–105.

Murphy, R. E. (1981). Wisdom Literature: Job, Proverbs, Ruth, Canticles, Ecclesiastes, and Ester (III). Wm. B. Eerdmans Publishing.

Natar, A. N. (2023). Tenun sebagai Media Terapi dalam Konseling Pastoral bagi Perempuan Korban Kekerasan di Sumba. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 8(1), 437–457.

Newsom, C. A. (2002). Woman and the discourse of patriarchal wisdom. In Reading Bibles, writing bodies (pp. 132–147). Routledge.

Nyarko-Mensah, P., & Human, D. J. (2024). Proverbs 31: 10–31: An antithesis of pre-exilic Hebrew womanhood? Verbum et Ecclesia, 45(1), 2977.

Phalatsi-Shilubana, M. (2024). A Conundrum of Makoti in the Light of Proverbs 31: 10-31: Decolonising Mislaid’African Patriarchy. E-Journal of Religious & Theological Studies (ERATS), 10(4), 73.

Priyatna, N. (2022). Kesetiaan dalam Pernikahan sebagai Karakteristik Seorang Pemimpin Kristen. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 4(3), 187–194.

Satriawan, V. D. E., & Kristiyanto, N. (2022). Potret Istri Yang Cakap: Studi Komparasi Antara Gambaran Istri Dalam Amsal 31: 10-31 Dengan Gambaran Perempuan (Istri) Jawa. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 7(2), 509–530.

Simatupang, A. F., & Suprabowo, G. Y. A. (2025). Iman di Era Digital: Praktik Konseling Pastoral Berbasis Teknologi Digital. GEMA TEOLOGIKA: Jurnal Teologi Kontekstual Dan Filsafat Keilahian, 10(1), 91–106.

Utomo, D. N. (2025). Seksualitas dalam Bingkai Teologi dan Implikasinya bagi Keluarga Kristen. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 10(1), 558–573.

Waltke, B. K. (2006). The Book of Proverbs: Chapters 1-15. In The Journal of Theological Studies (Issue 1). William B. Eerdmands Publishing.

Waltke, B. K., & O’Connor, M. (2004). An Introduction to Biblical Hebrew Syntax. Eisenbrauns.

Yoder, C. E. R. (2000). Wisdom as a woman of substance: A socioeconomic reading of Proverbs 1-9 and 31: 10-31. Walter de Gruyter.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-02

Cara Mengutip

Aritonang, H. (2026). Mahkota atau Beban? Pembacaan Sapiensial Amsal 12:4 dan 31:10-31 bagi Konseling Pastoral Keluarga di Indonesia. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kerusso, 11(2), 241–252. https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.674

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.