Di Bawah Dualisme Hukum : Komunitas Kristen Pribumi Jawa di Era Kolonial

  • Harto Juwono Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta
Keywords: Kristen Pribumi, Pemerintah Kolonial, Status Hukum

Abstract

This article aims to elucidate the legal status and position of indigenous Christian communities in Java during the colonial era. The reason for this is that their presence within the administrative and legal system of the Dutch East Indies necessitated clarity, given the frequent uncertainty in the implementation of Dutch government actions. As a historical work, this research employs historical sources inherited from past administrative activities, namely documents. Priority is given to primary documents, whether in the form of manuscripts or official publications, while reference sources will be used in accordance with their respective eras of creation. The data is obtained from archival repositories, both in the Netherlands and Indonesia, such as the National Archives of the Republic of Indonesia. The method used to process this data is the historical research method, which consists of four stages: heuristic, criticism, interpretation, and reconstruction. From the results of the reconstruction, it can be concluded that issues of interpretation are the main problem in addressing the aforementioned ambiguity. Differences in interpretation between indigenous Christian communities (and their missionary leaders) on one side and government authorities on the other side have led to disparities in policy implementation and even conflicts of interest. This situation is further exacerbated by the lack of clarity within the government apparatus itself in executing instructions, both at lower and higher levels, especially concerning indigenous Christian communities in Java.

Abstrak Indonesia 

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan status dan posisi hukum masyarakat pribumi Kristen di Jawa pada era kolonial. Alasan untuk hal ini adalah karena keberadaan mereka dalam sistem politik administrasi dan sistem hukum kolonial memerlukan kejelasan, mengingat seringkali terjadi ketidakpastian dalam penerapan tindakan pemerintah Hindia Belanda. Sebagai karya sejarah, penelitian ini menggunakan sumber sejarah yang merupakan warisan dari aktivitas administrasi masa lalu, yakni dokumen. Prioritas diberikan pada dokumen primer, baik berupa manuskrip maupun sumber resmi yang diterbitkan, sementara sumber referensi akan digunakan sesuai dengan era pembuatannya. Data-data tersebut diperoleh dari pusat penyimpanan arsip, baik di Belanda maupun di Indonesia, seperti di Arsip Nasional Republik Indonesia. Metode yang digunakan untuk mengolah data ini adalah metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahap: heuristik, kritik, interpretasi, dan rekonstruksi. Dari hasil rekonstruksi, dapat disimpulkan bahwa persoalan interpretasi merupakan masalah utama dalam menjawab ketidakjelasan status di atas. Perbedaan interpretasi antara umat Kristen pribumi (dan para pendeta zendingnya) di satu sisi dan aparat pemerintah di sisi lain mengakibatkan perbedaan dalam aplikasi kebijakan dan bahkan dapat mengarah pada konflik kepentingan. Hal ini semakin memburuk akibat ketidakjelasan pada aparat pemerintah sendiri dalam melaksanakan instruksi baik di tingkat bawah maupun atas, khususnya terhadap komunitas Kristen pribumi di Jawa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bakker, D. (1912). "Midden Java Ten Zuiden: Het Land." Dalam De Zending van de Gereformeerde Kerken in Nederland En de Gereformeerde Zendingsbond in Ned. Oegstgeest: Raad voor de Zending der Ned. Herv. Kerk.

Bakker, D. (1912). "Midden Java Ten Zuiden: Het Land." Dalam De Zending van de Gereformeerde Kerken in Nederland En de Gereformeerde Zendingsbond in Ned. Oegstgeest: Raad voor de Zending der Ned. Herv. Kerk.

Bijblad Op Het Staatsblad van Nederlandsch Indie No. 6073.

Bosma, U., & Raben, R. (2008). Being Dutch in the Indies: A History of Creolization and Empire 1500-1920. Singapore: NUS Press.

Cachet, F. L. (1896). Een Jaar Op Reis in Dienst Der Zending. Amsterdam: J.A. Wormser.

De Locomotief. (1905). 'Kenajan', lembar ke-2.

De Nederlander. (1927, 22 November). "Christendom En Nationalism." Lembar ke-1.

Faille. (1932). 'Waarom de Agrarische Vorstenlandsche Toestand Op Java Dienden Te Worden Hervormd'. Tijdschrift Voor Economisch Geographie van Nederlandsch Indie.

Goris, R. (1933). De Strijd over Bali En de Zending. Minerva.

Haga, B.J. (1929). 'Inwerking van de Westersche Bestuursvoering Op de Inlandsche Maatschappij in de Buitengewesten'. Mededeelingen van de Afdeeling Bestuurszaken Der Buitengewesten van Het Departement van Binnenlandsch Bestuur, halaman 31.

Helsdingen, W. H., & Hoogenberks, H. (1945). Mission Interrupted: The Dutch in the East Indies and Their Work in the XXth Century (Hal. 95). Amsterdam: Elsevier.

Herman ten Kate. (1916). Psychologie En Ethnologie in de Koloniale Politiek (Hal. 76). Amsterdam: J.H. de Bussy.

Huwelijksrecht Christen Inlanders." Bataviaasch Nieuwsblad, 7 Februari 1933, lembar ke-14.

Knaap, G. (1987). Kruidnagelen En Christenen: De Verenigde Oost-Indische Compagnie En de Bevolking van Ambon 1656-1696. Dordrecht: Foris Publication.

Maandbericht van Het Nederlandsch Zendingsgenootschap. (1891). 'Deli En Depok', nomor 3, halaman 38.

Nortier, C.W. (1939). Onze Zendingsvelden: Van Zendingsarbeid Tot Zelfstandige Kerk in Oost Java. Rijsoord: Stichting Hunderloo.

"Opheffing," De Locomotief, 19 September 1917, lembar ke-1.

Regeerings Almanak van Nederlandsch Indie over Het Jaar 1939, Deel 1.

Soerabajasch Handelsblad. (1905, 1 September). 'Ersntige Klachten', lembar ke-7.

Soerabajasch Handelsblad. (1905, 21 November). 'De Kenajan Zaak', lembar ke-2.

Staatsblad van Nederlandsch Indie Tahun 1855 Nomor 2.

Staatsblad van Nederlandsch Indie Tahun 1904 Nomor 116.

Staatsblad van Nederlandsch Indie Tahun 1925 Nomor 447.

Stibbe, D. G., & de Graaf, H. J. (1918). "Modjowarno" dalam Encyclopaedie van Nederlandsch Indie Tweede Deel. s’Gravenhage: Martinus Nijhoff.

Van Den Doel, H. W. (1996). Het Rijk van Insulinde: Opkomst En Ondergang van Een Nederlandse Kolonie. Amsterdam: Prometheus.

Van Vollenhoven, C. (1932). Adatrecht Der Christen Inlanders. Oegsgeest: Zendingsbureau.

Van Vollenhoven, C. (1934). Adat-Staatsrecht Der Christeninlanders van Nederlandsch Indie. Tijdschrift Voor Zendingswetenschap Mededeelingen, 1934(38), 91.

ANRI. (19 Juni 1902). Besluit van Gouverneur Generaal, No. 4.

ANRI. (6 Januari 1927). Besluit van Gouverneur Generaal, No. 25.

ANRI. (27 April 1928). Besluit van Gouverneur Generaal, No. 32.

ANRI. (21 Mei 1928). Besluit van Gouverneur Generaal, No. 35.

'Burgerlijke Stand Voor Christen Inlanders', Het Nieuws van Den Dag Voor Nederlandsch Indie, 1934, lembar ke-6.
Published
2023-09-28
How to Cite
Juwono, H. (2023). Di Bawah Dualisme Hukum : Komunitas Kristen Pribumi Jawa di Era Kolonial. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kerusso, 8(2), 92-107. https://doi.org/10.33856/kerusso.v8i2.308

PlumX Metrics