Teologi Perdamaian di Tengah Polarisasi Politik: Studi Alkitabiah dari Matius 5:9

Penulis

  • Jisman Nainggolan Sekolah Tinggi Alkitab Batu
  • Budi Maruli Sitompul Sekolah Tinggi Alkitab Batu

DOI:

https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.644

Kata Kunci:

Pembawa Damai; Teologi Perdamaian; Polarisasi Politik; Matius 5:9; Gereja

Abstrak

Polarisasi politik yang semakin kuat dalam kehidupan masyarakat dapat memunculkan ketegangan, permusuhan, dan perpecahan, termasuk di tengah komunitas gereja. Kondisi tersebut menuntut gereja untuk tidak hanya memahami perdamaian sebagai keadaan tanpa konflik, tetapi sebagai panggilan iman untuk menghadirkan relasi yang berdamai di tengah perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis pembawa damai dalam Matius 5:9 serta mengkaji relevansinya bagi peran gereja dalam menghadapi polarisasi politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan kajian biblika terhadap Matius 5:9, yang didukung oleh berbagai literatur teologi dan penelitian mengenai perdamaian serta polarisasi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembawa damai merupakan panggilan aktif untuk menghadirkan perdamaian melalui rekonsiliasi, kasih, dialog, dan tanggung jawab terhadap kehidupan bersama. Makna tersebut menegaskan bahwa gereja tidak seharusnya menjadi bagian dari konflik akibat perbedaan politik, tetapi dipanggil untuk menjadi ruang rekonsiliasi dan teladan dalam membangun relasi yang saling menghormati. Dengan demikian, Matius 5:9 memberikan dasar teologis bagi gereja untuk menjalankan perannya sebagai pembawa damai di tengah masyarakat yang terpolarisasi secara politik.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ali, D. J., & Eriyanto. (2021). Political polarization and selective exposure of social media users in Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(3), 268–283. https://doi.org/10.22146/jsp.58199

Chiarot, K. (2021). Building peace in a culture war: Christian witness in a polarized society. Political Theology, 22(3), 183–199. https://doi.org/10.1080/1462317X.2021.1905333

Czy?ewski, B. (2016). “Blessed are the peacemakers” (Mt 5:9) as interpreted by the Church Fathers. Verbum Vitae, 30, 15–31. https://doi.org/10.31743/vv.1722

Davies, W. D., & Allison, D. C., Jr. (1988). A critical and exegetical commentary on the Gospel according to Saint Matthew: Volume 1: Introduction and commentary on Matthew I–VII. T&T Clark.

Fossati, D., Muhtadi, B., & Warburton, E. (2023). Resentment and polarization in Indonesia. Journal of East Asian Studies, 23(3), 439–467. https://doi.org/10.1017/jea.2023.17

France, R. T. (2007). The Gospel of Matthew. William B. Eerdmans Publishing Company.

Hagner, D. A. (1993). Matthew 1–13 (Word Biblical Commentary, Vol. 33A). Word Books.

Iyengar, S., Lelkes, Y., Levendusky, M., Malhotra, N., & Westwood, S. J. (2019). The origins and consequences of affective polarization in the United States. Annual Review of Political Science, 22, 129–146. https://doi.org/10.1146/annurev-polisci-051117-073034

Levy, G., & Razin, R. (2019). Echo chambers and their effects on economic and political outcomes. Annual Review of Economics, 11, 303–328. https://doi.org/10.1146/annurev-economics-080218-030343

Liddell, H. G., Scott, R., & Jones, H. S. (n.d.). ???????????. In A Greek-English lexicon. Perseus Digital Library/Scaife ATLAS.

Lo, J. (2022). Sharing the blessing of the “peacemaker”: An exegetical analysis of Matthew 5:9. Hill Road Journal, 33.

Luz, U. (2007). Matthew 1–7: A commentary (J. E. Crouch, Trans.; H. Koester, Ed.). Fortress Press.

Magdalena, M. (2026). Etika Kristen dan perilaku bermedia sosial dalam era digital (Perspektif eklesiologi). Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 11(1). https://doi.org/10.33541/rfidei.v11i1.355

Manampiring, P. Y., & Tewu, P. S. (2025). Kerajaan Allah dan polarisasi politik Kristen: Telaah teologis berdasarkan Injil Matius. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 2(2). https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i2.175

Moran, M. (2001). Jesus the Galilean in his first century context: A little tradition perspective [Doctoral dissertation, University of St Andrews]. University of St Andrews Research Repository.

Nego, O. (2025). Komunikasi digital yang beretika di tengah polarisasi politik di Indonesia: Kajian etika Kristen. Jurnal Teologi Injili, 5(2), 110–127. https://doi.org/10.55626/jti.v5i2.246

Nolland, J. (2005). The Gospel of Matthew: A commentary on the Greek text. William B. Eerdmans Publishing Company.

Panggabean, V. Y., & Santo, J. C. (2023). Generasi Z yang menjadi pembawa damai: Tinjauan biblikal Matius 5:9. Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani, 3(1), 1–28. https://doi.org/10.33991/miktab.v3i1.474

Purboyo, M. G., Junaidi, & Amriwan, A. (2024). Eskalasi partisanship politik dalam pembentukan polarisasi pada masyarakat digital: Studi pada platform media sosial TikTok. Sosiologi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya, 26(1). https://doi.org/10.23960/sosiologi.v26i01.1220

Sabrina, D. F., Inder, B., Ramadhany, M. I., & Sukardi. (2026). The role of digital media in political power and information polarization in Indonesia. The Journal of Society and Media, 10(1), 157–179. https://doi.org/10.26740/jsm.v10n1.p157-179

Sihite, B., Tobing, A. P. L., & Gaurifa, S. (2026). Rekonsiliasi identitas dan politik tubuh Kristus: Efesus 2 dalam konteks polarisasi. KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 12(1), 54–67. https://doi.org/10.30995/kur.v12i1.1554

Suheru, S. (2022). Karakter warga Kerajaan Allah berdasarkan ucapan bahagia dalam Injil Matius 5:3–12. KINGDOM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2(1), 32–45.

Suryana, A., & Bajari, A. (2026). Performing hate, contesting power: Facebook hate speech amid Indonesia’s political polarization during and after COVID-19. Frontiers in Communication, 11, Article 1710794. https://doi.org/10.3389/fcomm.2026.1710794

Syahputra, I., Riyanto, W. F., Pratiwi, F. D., & Virga, R. L. (2023). Escaping social media: The end of netizen’s political polarization between Islamists and nationalists in Indonesia? Media Asia, 51(1). https://doi.org/10.1080/01296612.2023.2246726

van Aarde, A. G. (2015). Peacemakers as children of God (Mt 5:9): A pragmatic-linguistic reading. HTS Theological Studies, 71(1), Article a2935. https://doi.org/10.4102/hts.v71i1.2935

Widiyanto, M. A., & Sukri, A. (2022). Perwujudan kebahagiaan dalam relasi interpersonal: Implementasi etika Kerajaan Allah berdasarkan Matius 5:3–9. KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 8(1), 175–193. https://doi.org/10.30995/kur.v8i1.547

Zhuravskaya, E., Petrova, M., & Enikolopov, R. (2020). Political effects of the internet and social media. Annual Review of Economics, 12, 415–438. https://doi.org/10.1146/annurev-economics-081919-050239

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-16

Cara Mengutip

Nainggolan, J., & Maruli Sitompul , B. (2026). Teologi Perdamaian di Tengah Polarisasi Politik: Studi Alkitabiah dari Matius 5:9. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kerusso, 11(2), 176–197. https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.644

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.