Kembali kepada Landasan Apostolik: 2 Korintus 13:13 sebagai Dasar Teologis bagi Misi Persatuan Gereja di Indonesia

Penulis

  • Wahyu Edi Katon Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta
  • Lanny Laras Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.630

Kata Kunci:

2 Korintus 13:13; landasan apostolik; persatuan gereja; misi gereja; teologi Trinitaris.

Abstrak

Fragmentasi denominasi, perbedaan tradisi teologis, dan lemahnya kerja sama lintas gereja merupakan tantangan bagi kesaksian gereja di Indonesia. Dalam konteks tersebut, persatuan gereja perlu dibangun bukan semata-mata melalui penyatuan organisasi atau penyeragaman doktrin, melainkan berdasarkan landasan teologis yang berakar pada kesaksian apostolik. Penelitian ini bertujuan menganalisis 2 Korintus 13:13 sebagai dasar teologis bagi pengembangan misi persatuan gereja di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis-teologis dan kontekstual. Analisis diarahkan pada struktur dan makna teologis formula berkat Paulus yang menampilkan keterkaitan antara kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus, kemudian dikontekstualisasikan bagi kehidupan gereja di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 Korintus 13:13 menghadirkan dasar persatuan yang bersumber pada karya Allah Tritunggal. Persatuan gereja karena itu tidak identik dengan keseragaman denominasi, tetapi merupakan persekutuan yang dibentuk oleh kasih karunia Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus. Landasan tersebut memiliki implikasi misi yang konkret melalui penguatan persekutuan lintas denominasi, kerja sama dalam pelayanan dan kesaksian, praktik kasih sebagai wujud identitas gereja, serta pembangunan hubungan yang konstruktif dengan masyarakat yang majemuk. Dengan demikian, kembali kepada landasan apostolik 2 Korintus 13:13 dapat mendorong gereja-gereja di Indonesia mengembangkan model persatuan yang berakar pada iman Trinitaris, diwujudkan dalam kehidupan bersama, dan diarahkan pada kesaksian gereja di tengah masyarakat.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Batlajery, A. M. L. (2016). The unity of the church according to Calvin and its meaning for the churches in Indonesia. International Journal for the Study of the Christian Church, 16(4), 259–272. https://doi.org/10.1080/1474225X.2016.1251723

Briggs, R. S. (2009). The methodology of hermeneutical research programmes in biblical studies: Some insights from the work of Imre Lakatos. The Heythrop Journal, 50(1), 109–115. https://doi.org/10.1111/j.1468-2265.2009.00440.x

Chia, E. K.-F. (2018). World Christianity encounters world religions: A summa of interfaith dialogue. Liturgical Press.

Dietrich, S. (2018). God’s mission as a call for transforming unity. International Review of Mission, 107(2), 378–390. https://doi.org/10.1111/irom.12237

East, B. (2017). The hermeneutics of theological interpretation: Holy Scripture, biblical scholarship and historical criticism. International Journal of Systematic Theology, 19(1), 30–52. https://doi.org/10.1111/ijst.12186

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075

Green, C. A. (2023). Ko??????: Fellowship with or participation in the Spirit? Revisiting 2 Corinthians 13:13. Review & Expositor, 119(3–4), 417–430. https://doi.org/10.1177/00346373231173867

Green, J. B. (n.d.). Commentary on 2 Corinthians 13:11–13. Holy Trinity.

Guder, D. L. (2000). The continuing conversion of the church. Eerdmans.

Harjanto, S. (2024). Metode riset kualitatif yang dapat diandalkan untuk mendukung pengembangan pelayanan gereja dan misinya. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 5(1), 59–72. https://doi.org/10.46445/jtki.v5i1.810

Harianto, G. P. (2017). Teologi misi: Dari Missio Dei menuju Missio Ecclesia. Andi.

Jannah, S. N., & Pakpahan, B. J. (2023). Menyemai damai di bumi Nusantara: Perspektif teologis dan sosiologis. BPK Gunung Mulia.

Kartika, C. (2025). The Nicene Creed and the Common Understanding of Christian Faith (PBIK 2024): Theological reflections on church unity and witness in Indonesia. OIKOUMENE: Journal of Theology and Christian Studies in Indonesia, 1(2), 124–134.

Lin, P. (2022). Strengthening unity for the missional church: The role of theological education in overcoming racism. International Review of Mission, 111(1), 43–55. https://doi.org/10.1111/irom.12402

Loi, L. (2024). Pengaruh oikumene di Indonesia di tengah multidimensi gereja masa kini. Damai: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Filsafat, 2(1), 64–73. https://doi.org/10.61132/damai.v2i1.557

Padang, M. M. I. P., & Situmorang, M. (2024). Peran oikumene dalam misi gereja untuk perdamaian dan keadilan sosial. Pengharapan: Jurnal Pendidikan dan Pemuridan Kristen dan Katolik, 2(1), 37–48. https://doi.org/10.61132/pengharapan.v2i1.535

Pasaribu, H. F. (2026). Oikumenika: Membangun persatuan gereja dalam keragaman Indonesia. Eureka Media Aksara.

Patty, L. (2025). Perikhoresis Allah Trinitas sebagai paradigma relasi gereja dalam konteks kemajemukan agama di Indonesia. Diegesis: Jurnal Teologi, 10(2), 178–193. https://doi.org/10.46933/DGS.vol10i2178-193

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia. (2026a). Peserta Sidang MPL PGI 2026. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia.

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia. (2026b). Sejarah PGI. https://pgi.or.id/about/sejarah-pgi

SastroAtmodjo, S., & Amtiran, A. A. (Eds.). (2026). [Catatan: data editor pada sumber asli perlu diverifikasi].

Schlesinger, E. R. (2019). Sacrificing the church: Mass, mission, and ecumenism. Bloomsbury Academic.

Siahaan, H. E. R., Siahaan, V. H., & Hendra, V. (2022). Kesatuan perikoretik pada frasa ut omnes unum sint. Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral, 3(1), 118–126. https://doi.org/10.46408/vxd.v3i1.136

Sjahthi, H., James, B., & Darmaka, W. (2025). Kehidupan oikumenis. [Nama jurnal belum tercantum], 5(2), 204–223.

Suoth, V. N., Arina, H., & Ratag, L. P. (2025). Paradigma teologi misi. Metro Press Indonesia.

Timo, E. I. N., & Putrawan, B. K. (2021). The Bible in contextual theological work in Indonesia. Quaerens: Journal of Theology and Christianity Studies, 3(1), 1–24. https://doi.org/10.46362/quaerens.v3i1.24

Tyler, K. (2019). The ecclesiology of Thomas F. Torrance: Koinonia and the church. Lexington Books.

Wahyuni, S., Adithia, W. P., & Arifianto, Y. A. (2022). Mewujudkan sila “Persatuan Indonesia” melalui gerakan ekumenis gereja. KURIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 8(1), 283–290. https://doi.org/10.30995/kur.v7i2.225

Weedman, M. (2009). The Spirit in the church: The universal Christ, particular Spirit and Christian unity. International Journal of Systematic Theology, 11(3), 347–364. https://doi.org/10.1111/j.1468-2400.2009.00452.x

Widiprasetyo, J. (2025). “Oikumenika”: Suatu perspektif relasional Kristen-Katolik. Bravo Press Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-06

Cara Mengutip

Edi Katon, W., & Laras , L. (2026). Kembali kepada Landasan Apostolik: 2 Korintus 13:13 sebagai Dasar Teologis bagi Misi Persatuan Gereja di Indonesia. Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kerusso, 11(2), 253–265. https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.630

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.