Pemberdayaan Mentor Lokal Sebagai Prinsip Inklusivitas dalam Pelayanan Anak Berdasarkan Kisah Para Rasul 10:1-48 dan Penerapannya di PPA IO 0769 Ebenhaezer Malang
DOI:
https://doi.org/10.33856/kerusso.v11i2.654Kata Kunci:
misi kontekstual, pemberdayaan mentor lokal, komunikasi interpersonal, inklusivitas, Kisah Para Rasul 10, PPA.Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberdayaan mentor lokal sebagai strategi pelayanan misi kontekstual berdasarkan Kisah Para Rasul 10:1–48 dalam konteks pelayanan di PPA IO 0769 Ebenhaezer Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan agama anak-anak yang dilayani PPA serta kebutuhan akan pendekatan pelayanan yang relasional, kontekstual, dan tidak diskriminatif. Penelitian menggunakan metode lapangan kualitatif dengan perspektif teologis dan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi selama Januari–Juni 2026. Informan penelitian berjumlah lima orang yang terdiri dari gembala gereja, koordinator PPA, dan tiga mentor PPA. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kisah Para Rasul 10:7–8 memberikan prinsip pelibatan, pembekalan, pemberian kepercayaan, dan pengutusan yang dapat diterapkan dalam pemberdayaan mentor lokal, meskipun teks tersebut tidak secara eksplisit membahas konsep mentor lokal modern. Mentor lokal memiliki peran strategis karena memahami konteks kehidupan anak, membangun komunikasi interpersonal, melakukan pendampingan one to one, home visit, serta menjembatani nilai-nilai Injil dengan kehidupan sehari-hari anak. Kisah Para Rasul 10:34–35 juga memberikan dasar teologis bagi pelayanan yang tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakangnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan mentor lokal melalui pola memanggil, memperlengkapi, mempercayakan, mengutus, dan mendampingi dapat memperkuat pelayanan PPA menjadi lebih relasional, kontekstual, holistik, dan berkelanjutan, dengan tetap menempatkan Yesus Kristus sebagai pusat pemberitaan Injil.
Unduhan
Referensi
Galang G.G Khuana. (2025). Evaluasi Kedisiplinan Kinerja Mentor Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada Kegiatan Pusat Pengembangan Anak (PPA) IO 0164 Bethlehem Rote. Damai?: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Dan Filsafat, 2(1), 140–161. https://doi.org/10.61132/damai.v2i1.675
Gultom, R. A. T., & Tobing, L. L. (2024). Berbeda itu Indah: Nilai-nilai Universal untuk Hidup dalam Kemajemukan menurut Kisah Para Rasul 10. Jurnal Salvation, 4(2), 143–153. https://doi.org/10.56175/salvation.v4i2.34
Jine, M. B. (2023). Model Antropologis Menurut Stephen B . Bevans dan Relevansinya Bagi Mahasiswa. Perspektif, Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 18(2), 127–137. https://adityawacana.id/ojs
Matius Kalatiku. (2025). Menjangkau Pedalaman Lewat Misi Kontekstual Gereja sebagai Mitra Allah Menggenapi Janji Bagi Bangsa. REDOMINATE Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 6(2), 01–17. https://doi.org/10.59947/redominate.v6i2.141
Mattew B. Miles, & A. Michael Huberman. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Soucebook, 4th ed. Sage Publications.
Riska, R., & Alferdi, A. (2022). Peran Pusat Pengembangan Anak (Ppa) Id0807 Efata Gandangbatu Dalam Menanamkan Nilai Kristiani Pada Anak Kelas 3 Sd Inpres No. 142 Gandangbatu. Voice of HAMI: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5(1), 21–34. https://doi.org/10.59830/voh.v5i1.61
Stephen B. Bevans. (2002). Model- Model Teologi Kontekstual. Ledalero.
Sugiyono. (n.d.). Memahami Penelitian Kualitatif. CV. Alfabeta.
Suki, M., Andung, P. A., & Meilawati, F. T. (2024). Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Mentor Dan Anak PPA Dengan Keterampilan Sosial Remaja. Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM), 5(2), 60–72. https://doi.org/10.35706/jprmedcom.v5i2.9771
Tanhidy, J., Natonis, P., & Budiman, S. (2021). Implementasi Lintas Budaya. 4(2), 34–43.
Viktorahadi, R. F. B. (2020). Kornelius, Sang Pribadi Transisi Sebagai Tawaran Model Dialog. Fides et Ratio?: Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon, 2(2), 3–20. https://doi.org/10.47025/fer.v2i2.23
Wina Sanjaya. (2015). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, Dan Prosedur. Prenada Media Group.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 The Author (s)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya




















