Dispensasionalisme Sebagai Metode Dalam Memahami Alkitab

Keywords: Oikonomia, Dispensasionalisme, Teologi Dispensasi, Penafsiran Literal

Abstract

The Bible is the word of God that needs to be understood by all those who already have Jesus as their personal Lord and Savior. This is called a Christian. It is different from people who are Christians as a 'religion'. Christians are obliged to study the Bible as a basic truth in order to know God's will from time to time. On the other hand, Bible learners often experience confusion problems, when understanding the continuity of the contents from Genesis to Revelation. Are there interrelations? Or it is just a fragmented story with different intentions.
There are appropriate methods in avoiding confusion when doing this learning process. This method has been understood since the beginning of the century which then became popular throughout the world in the 19th century, with the term Dispensationalism.
Dispensation is a period of time during which humans are tested in the perspective of obedience to a specific revelation of God's will. Theologically, the word dispensation means a religious system that is understood as a divine provision or as a sign of progressive revelation that expresses the changing needs of an individual nation or time period. Dispensationalism views the world as a household run or worked by God.
Dispensation theology is often misunderstood by theologians, without wanting to study it carefully, where is the oddity? This discussion will show that Dispensationalism is as a sharp knife for understanding the Bible as a whole. 

Abstrak Indonesia

Alkitab itu firman Allah yang perlu dipahami oleh semua orang yang telah memiliki Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya secara pribadi. Ini disebut orang Kristen. Beda dengan orang yang beragama Kristen. Orang Kristen itu hukumnya wajib, untuk mempelajari Alkitab, sebagai dasar kebenaran dalam rangka mengetahui kehendak Allah dari zaman ke zaman.
Di sisi lain, para pembelajar Alkitab sering mengalami kendala kebingungan, saat memahami kesinambungan dari isi Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu. Apakah ada saling keterkaitannya? Ataukah hanya kisah yang terpotong-potong dengan maksud yang berbeda-beda.
Ada metode yang tepat guna dalam menghindarkan diri dari kebingungan saat melakukan proses pembelajaran ini. Metode ini telah dipahami sejak abad permulaan yang kemudian mulai populer ke seluruh dunia pada abad 19, dengan istilah Dispensasionalisme.
Dispensasi merupakan suatu periode waktu di mana pada masa itu manusia diuji di dalam perspektif ketaatan kepada suatu wahyu spesifik dari kehendak Allah. Secara teologis kata dispensasi berarti sistem religius yang dipahami sebagai suatu ketetapan ilahi atau sebagai penunjuk cara pewahyuan secara progresif yang mengekspresikan perubahan kebutuhan bangsa secara individu atau periode waktu. Dispensasionalisme memandang dunia sebagai rumah tangga yang dijalankan atau dikerjakan oleh Allah.
Teologi Dispensasi sering disalahmengerti oleh para teolog, tanpa mau mempelajari terlebih dahulu dengan teliti, di mana letak kejanggalannya? Pembahasan ini akan menunjukkan bahwa Dispensasionalisme merupakan pisau yang tajam untuk memahami Alkitab secara utuh.

References

[1] Bass, Clarence B. Backgrounds to Dispensationalism. Grand Rapids: Eerdmans, 1960.
[2] Chafer, Lewis Sperry. Dispensationalism. Dallas: Seminary Press, 1936.
[3] Chafer, Lewis Sperry. Systematic Theology. Texas: Dallas Seminary Press, 1947.
[4] Conner, Kevin J. & Ken Malmin. Interpreting The Scriptures. Malang: Gandum Mas, 2004.
[5] Enns, Paul. The Moody Handbook of Theology 2. Malang: SAAT, 2004.
[6] Hoekema, Anthony A. Alkitab dan Akhir Zaman. Surabaya: Momentum, 2004.
[7] Ladd, George Eldon. Theology Of the New Testament. Grand Rapids: Eerdmans, 1974.
[8] Menzies, & Stanley M. Horton, Doktrin Alkitab. Malang: Gandum Mas, 1998.
[9] Marantika, Chris. Eskatologi.Yogyakarta: Iman Press, 2004.
[10] Moulton, J.H. and George Milligan. The Vocabulary of the Greek Testament. Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Co., 1949.
[11] Pentecost, J. Dwight. Things to Come. Findlay, Ohio: Dunham, 1958.
[12] Peter, Eddy Peter. Teologi Perjanjian Versus Dispensasionalisme.Tangerang: STT International Philadelphia, 2004.
[13] Ramm, Barnard. Protestant Biblical Interpretation. Boston: W. A Wilde, 1956.
[14] Ryrie, Charles C. Dispensationalism Today. Chicago: Moody Press, 1965.
[15] The Oxford English Dictionary. Oxford University Press, 1933), III.
[16] Walvoord, John F. Major Bible Prophecies. Grand Rapids: Zondervan, 1991.
[17] Walvoord, John F. The Millennial Kingdom. Findlay Ohio: Dunham, 1958.
Published
2020-03-26
How to Cite
Chia, P., & Juanda, J. (2020). Dispensasionalisme Sebagai Metode Dalam Memahami Alkitab. Jurnal Teologi & Pelayanan KERUSSO, 5(1), 20-37. https://doi.org/10.33856/kerusso.v5i1.122