The Influence Of Parenting Styles To The Character Building Of The Youth Of Churches Members Of Bamag In Blitar City
DOI:
https://doi.org/10.33856/kerugma.v5i2.253Keywords:
Parenting Styles, Youth, Character BuildingAbstract
The concept of parenting is tested in the character building of the youth of churches members of BAMAG in Blitar City. The purpose of this study is to determine whether parenting styles influences to the character building of the youth of churches members of BAMAG in Blitar City. The technique used in this research is the quantitative method. The respondents needed are 160 youth churches that are members of BAMAG in Blitar City and the author focuses on charismatic churches that are members of BAMAG. The results of the study concluded that the hypothesis in this study, namely the tendency of the influence of parenting styles (X) to the character building of the youth of churches members of BAMAG in Blitar City (Y) is "high" is proven, because the influence of parenting styles to the character building of the youth of churches members of BAMAG in Blitar City are 75.4% in the high category.
Downloads
References
[2] https://www.burnabynow.com/local-news/tip-line-set-up-for-investigation-into-stabbing-during-youth-brawl-in-burnaby-4227548 (dilansir 5 oktober 2021 pukul 15:42)
[3] https://www.fijitimes.com/nabua-youths-involved-in-brawl-four-injured/
[4]https://amp.kompas.com/regional/read/2021/08/16/161212678/seorang-pemuda-tega-membunuh-ibunya-setelah-itu-pelaku-malah-asyik-menonton
[5] https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5730031/kelompok-pemuda-di-surabaya-tawuran-dua-orang-dan-sajam-diamankan
[6]https://surabaya.tribunnews.com/2021/10/03/kenyamanan-lokasi-wisata-asri-di-blitar-dirusak-tawuran-gerombolan-pemuda-gara-gara-saling-ejek
[7] Interview 1
[8] Interview 2
[9] Interview 3
[10] Suparlan, Pendidikan Karakter:Sedemikian Pentingkah,dan Apakah yang Harus Kita Lakukan dalam https://suparlan.org/18/pendidikan-karakter-sedemikian-pentingkah-dan-apa-yang-harus-kita-lakukan di lansir 8 Oktober 2021
[11] Efi Rusdiyani, “Pembentukan Karakter Dan Moralitas Bagi Generasi Muda Yang Berpedoman Pada Nilai – Nilai Pancasila Serta Kearifan Lokal” (makalah dipresentasikan dalam Seminar Nasional: Pembentukan Karakter dan Moralitas bagi Generasi Muda yang Berpedoman pada Nilai-nilai Pancasila serta Kearifan Lokal, Surakarta,2016), 35
[12] Ratna Megawangi, Pendidikan Karakter untuk Membangun Masyarakat Madani (Jakarta: IPPK Indonesia Heritage Foundation, 2003), 23
[13]Thomas Lickona, Educating for character, Terj. JumaWadu Wamaungu (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), 48
[14] Ny. Y. Singgih D. Gunarsa dan Singgih D. Gunarsa, Psikologi Remaja (Jakarta: Gunung Mulia, 2007), 109.
[15] Syamsu Yusuf LN., Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2008) 52.
[16] Fred N. & Howard B. Lee, Foundations of Behavioral Research (Forth Worth: Harcout College Publisher, 2000), 559.
[17] J. Santrock, Child development (Ed ke-11) (New York: McGraw Hill, 2007), 163.
[18] Harris Clemes, Mengajarkan Disisplin Kepada Anak (Jakarta: Mitra Utama, 1996), 28.
[19] Theo Riyanto, Pembelajaran Sebagai Proses Bimbingan Pribadi (Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2002), 89.
[20] Zizousari dan Yuna Chan, Working Mom is Super Mom, bagaimana Membagi Antara Keluarga dan Karier (Yogyakarta: Trans Idea Publishing, 2016), 14-15.
[21] Sri Lestari, Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga (Jakarta: Prenada Media Group, 2012), 50.
[22] Al-Tridhonanto dan Beranda Agency, Mengembangkan Pola Asuh Demokratis (Jakarta: PT Gramedia, 2014), 4.
[23] Dani I Yatim and Irwanto, Kepribadian, Keluarga, Dan Karkotika?: Tinjauan Sosial-Psikologis (Jakarta: Arcan, 1991), 94.
[24] Sudiyono dan Ruth Purweni, Generasi Akhir Zaman yang Dirindukan Tuhan (Yogyakarta: Andi, 2017), 77-78.
[25] Ibid,80.
[26] Susan S. Wiriadinata, Ardi Wiriadinata, dan John Sudarma, Mengasuh Anak Mengasihi Tuhan (Jakarta: Gramedia, 2018), 2.
[27] Ibid.,7
[28] Sudiyono dan Ruth Purweni, Generasi Akhir Zaman yang Dirindukan Tuhan (Yogyakarta: Andi, 2017), 328
[29] Dennis Mccallum, Gereja yang Mengagumkan Sesuai Pola Perjanjian Baru (Yogyakarta: Andi, 2018), 329
[30] R. Kraut, etika Aristoteles. Dalam E. Zalta (Ed.), Stanford Encyclopedia of Philosophy.
Stanford, CA: Lab Penelitian Metafisika, Universitas Stanford, dari http://plato.stanford.edu/entries/aristotle-ethics/, 2001) t.h.
[31] Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2007), 136.
[32] Ira M. Lapindus, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1982), 445.
[33] W. Damon, Moral child: Nurturing children’s natural moral growth. (New York: Free Press,1988), 23
[34] Wynne, E., & Walberg, H. (Eds.) Developing character: Transmitting knowledge (Posen, IL: ARL. 1984), t.h.
[35] Zubaedi, Desain Pendidikan Karakter Konsepsi dan Aplikasinya dalam Dunia Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2012), 9
[36] Masnur Muslich, Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), 70
[37] Sri Lestari, Psikologi Keluarga Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga (Jakarta: Kencana, 2013), 96.
[38] Thomas Lickona, Character Matters (Jakarta: Bumi Aksara, 2012) 50.







