Progresivitas Perjanjian Daud

  • Andri Harvijanto STTII Palu - Sulawesi Tengah
Keywords: Perjanjian Allah, Eskatologis, Daud

Abstract

God's covenant with David is a core part of understanding God's plan for the development of the realization of the restoration of the state of Israel in the midst of the nation's deterioration. David became an ideal figure for kings in the eschatological period.
In the future the promise will be fulfilled, renewed and expanded. Through the prophet Nathan a promise was given to David (2 Samuel 7: 12-17). Furthermore, the continuation of the David covenant can be understood through God's plan for the development of the realization of the restoration of the state of Israel in the midst of the nation's deterioration. David became an ideal figure for kings in the eschatological period.

Abstrak Indonesia

Perjanjian Allah dengan Daud merupakan bagian inti untuk memahami rencana Allah bagi perkembangan perwujudan pemulihan keadaan Israel di tengah-tengah keterpurukan bangsa. Daud menjadi figur yang ideal bagi raja di masa eskatologis..
Di masa yang akan datang janji itu dipenuhi, diperbaharui dan diperluas. Melalui nabi Natan janji diberikan kepada Daud (2 Samuel 7:12-17). Selanjutnya kesinambungan perjanjian Daud dapat dipahami melalui rencana Allah bagi perkembangan perwujudan pemulihan keadaan Israel di tengah-tengah keterpurukan bangsa. Daud menjadi figur yang ideal bagi raja di masa eskatologis.

References

[1] Archer, Jr., Gleason. A Survey of Old Testament. Chicago: The Moody Bible Institure.
[2] Baker, David L. Mari Mengenal Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1997.
[3] Barth, Ch. Theologia Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1988.
[4] Barton, John. Reading in The Old Testament: Method in Biblical Study. Philadelphia: Westminster, 1984.
[5] Brill, J. Wesley. Dasar Yang Teguh. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2004.
[6] Brown, Francis (Ed). The New Brown-Driver-Gesenius Hebrew and English Lexicon. Massachusetts: Hendrickson Publishers.
[7] Bruce, F.F. The New Testament Develeopment of Old Testament Themes. Grand Rapids: Mich., 1973.
[8] Childs, Brevard S. Biblical Theology in Crisis. Philadelphia: Westminster, 1970.
[9] Douglas, J.D. (Penulis/Editor) Ensiklopedia Alkitab Masa Kini. Jakarta : Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1994.
[10] Drane, John. Memahami Perjanjian Lama I. Jakarta: Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab, 2002.
[11] Dumbrell, W.J. Covenant and Creation. Nashville: Thomas Nelson, 1984.
[12] Dyrness, William. Tema-Tema dalam Teologi Perjanjian Lama. Malang: Penerbit Gandum Mas, 1979.
[13] Faot, A., Octavianus, J., & Juanda, J. (2017). Kematian Bukan Akhir Dari Segalanya. Journal Kerusso, 2(2), 15-30.
[14] Gultom, Parlaungan. Diktat Teologi Kitab-Kitab Sejarah Perjanjian Lama. Yogyakarta: STTII Yogyakarta, 2012.
[15] Hadiwijono, Harun. Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007.
[16] Hasel, Gerhard F. Teologi Perjanjian Lama. Malang: Penerbit Gandum Mas, 2006.
[17] Hill, Andrew. Survei Perjanjian Lama. Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas, 1991.
[18] Hill. Andrew E. & Walton John H. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 1996.
[19] Howard, David M. Jr., Kitab-Kitab Sejarah. Malang: Gandum Mas, 2009.
[20] Karman, Yongky. Teologi Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
[21] Keiser, Walter C. Jr. Malang: Penerbit Gandum Mas, 2004.
[22] Lasor, W.S. Pengantar Perjanjian Lama 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.
[23] Lasor, W.S. Pengantar Perjanjian Lama 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.
[24] Ludji, Barnabas. Tafsiran Beberapa Teks Perjanjian Lama. Bandung: Bina Media Informasi, 2009.
[25] Marantika, Chris. Kristologi. Yogyakarta: Iman Press, 2008.
[26] Martus A. Maleachi, Karakteristik dan Berbagai Genre dalam Kitab Mazmur. Veritas 13/1 (April 2012.
[27] Mawene, Marthinus Theodorus. Perjanjian Lama dan Teologi Kontekstual. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008.
[28] Michaeli, Frank (Penulis/Editor). Bagaimana Memahami Perjanjian Lama. Bandung: BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1995.
[29] Murray, J. penerjemah: Harus Hadiwijono, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1994.
[30] Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka, 1983.
[31] Saparman, S.T.M, Belajar Alkitab. Yogyakarta: Iman Press, 2007.
[32] Sihotang, Samin H. Kasus-Kasus dalam Perjanjian Lama. Bandung: Yayasan Kalam Hidup, 2005.
[33] Singgih, Emanuel Gerrit. Dua Konteks. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.
[34] Tremper Longman III, Bagaimana Menganalisa Kitab Mazmur. Malang: Literatur SAAT, 2007.
[35] Walton, John H. Mazmur: Sebuah Kantata Tentang Perjanjian Daud. Jurnal Teologi Penginjilan Masyarakat 34 (1991).
[36] Walvoord, John F. Yesus Kristus Tuhan Kita. Suarabaya: Yakin, tt.
[37] Walvoord, John. F. & Roy B. Zuck (Editor). The Bible Knowledge Commenetary. Victor Books,1985.
[38] Wroght, Christopher. Hidup Sebagai Umat Allah; Etika Perjanjian Lama. Jakarta: Yayasan Kalam Hidup, 1961.
[39] Zimmerli, W. An Outline of Old Tetsament Theology (Stuttgart: W. Kohlhammer, 19720.
[40] Zuck, Roy B. (Editor). A Biblical Theology of The Old Testament. Malang: Penerbit Gandum Mas. 2005.
Published
2020-03-27
How to Cite
Harvijanto, A. (2020). Progresivitas Perjanjian Daud. Jurnal Teologi & Pelayanan KERUSSO, 5(1), 38-46. https://doi.org/10.33856/kerusso.v5i1.123